Sabtu, 06 Februari 2016

Kundi Craft, Komunitas DKG, dan Iyang String Family


Pada tahun 2014 yang lalu, kami sempat mengadakan workshop kolaborasi dengan beberapa pengusaha produk kerajinan lain di Bandung yang bertema “The Last Guitar on Earth”. Kolaborasi kegiatan ini melibatkan pengusaha yang sudah lebih dulu dan lebih lama berkecimpung dalam dunia kerajinan, dibandingkan dengan Kundi Craft yang bisa dibilang, masih amat muda. Bidang yang mereka geluti sangat spesifik, yaitu pembuatan alat musik handmade. Komrads semua, sebelum bercerita lebih jauh tentang workshop, kami ingin memperkenalkan siapa dua pengusaha getol ini.

Pertama, ada Komunitas DKG (Dapur Kreasi Gitar). Komunitas ini dimotori terutama oleh Dadan Purnama, pengrajin asal Holis, Bandung. Sejak remaja, Kang Dadan sudah menyenangi dan mempelajari musik. Disebabkan kesulitannya saat membeli alat musik, khususnya gitar, ia pun memutuskan membuat gitar untuk keperluannya sendiri. Dari sana, Kang Dadan akhirnya bergelut menjadi pengrajin pembuat alat musik. Dalam perjalanan usahanya, ia juga membuat alat musik petik unik dari bahan bambu, seperti contrabass. Komunitasnya ini, menampung beberapa pihak lainnya yang seiring waktu telah menjadi pengusaha mandiri, namun masih bergerak di bidang usaha alat musik. Seperti Dayat di Banjaran, seorang pengusaha inlay-dot/design papan nada dan aksesorisnya. Lalu, ada Entis dan Egi yang berfokus pada komponen dan wiring pada gitar. Serta Uning yang telah memiliki toko kecil di Kopo yang fokus di pemasaran dan penjualan.

Contrabass unik.
  Kombinasi bahan dari bambu dan kayu sonokeling buatan Kang Dadan Purnama
Sudut penampakan bengkel DKG di Holis, Bandung.
Tampak beberapa gitar setengah jadi dan yang akan diperbaiki.

Selanjutnya yaitu Iyang String Family. Usaha pembuatan alat musik handmade ini didirikan oleh Iyang, yang produksinya berlokasi di Jl. Asep Berlian, Cicadas, Bandung. Adapun produk buatan Kang Iyang meliputi gitar, bass, biola, piano, cello, dan contrabass. Selain itu, Kang Iyang juga membuat alat musik tradisional seperti kecapi sunda. 


Kecapi Sunda.
Produk Alat Musik Buatan Kang Iyang.

Kecapi Sunda tampak samping-depan.


Produk Kecapi Sunda Kang Iyang.
Nah, komrads, kedua pengrajin sekaligus pengusaha ini konsisten merintis produksinya selama belasan tahun di Bandung. Kami tentu salut. Pada perjalanan usaha kami saat itu, kami ternyata berkesempatan untuk bertemu dengan para pengrajin berpengalaman. Kemudian, bermula dari obrolan santai dan cerita perintisan produksi dengan segala lika-likunya, hingga berujung pada keinginan untuk berbagi dalam tataran yang lebih luas: mengadakan workshop pembuatan gitar (body fiber). Kang Dadan dan Kang Iyang akan menceritakan proses produksi gitar, sementara kami akan mencoba di bagian pembuatan punggung gitar (roundback) berbahan fiber resin.

Workshop-nya terbuka untuk umum dan gratis, serta telah terlaksana di BCCF (Bandung Creative City Forum), Jl. Purnawarman No. 70, Bandung, pada 23 Maret 2014. Peserta sebagian besar merupakan mahasiswa dan berlangsung sedari siang menuju sore. Selain itu juga komrads, acara workshop ini dipandu oleh Dadi Yeehaw, salah satu personil PHB yang kini juga seorang pengusaha alat musik gitar ukulele. Saat break sore, kami disuguhkan dengan penampilan segar oleh Saguaro, duo musisi Maryam dan Cahyo yang menampilkan perpaduan musik akustik dan pembacaan puisi.



The Last Guitar on Earth.
Informasi Acara. 

Tentunya, Kundi Craft mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang menggagas dan mewujudkan acara workshop kolaborasi “The Last Guitar on Earth” ini. Kepada penanggung jawab yang juga beride, Rida Suhendar beserta jajaran panitianya, terima kasih. Teruntuk komrads, yang telah menyempatkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi, terima kasih. Begitu pula untuk komrads semua yang membaca late post Kundi Craft kali ini, terima kasih.

Mari Berbagi, mari berkreasi. Salam.

—Kundi Craft


Pojok Stand Kundi Craft.
Pamer kreasi dan bahan limbah elektronik.
 
Sugeng Riyadi dari Kundi Craft.
Penjelasan umum tentang membuat punggung gitar (roundback) berbahan fiber resin.

Para peserta workshop.


Dadan Purnama dari Komunitas DKG.
Menceritakan tentang proses awal pembuatan gitar handmade.

Iyang dari Iyang String Family.
Berobrol tentang proses finishing gitar handmade.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar