Satu lagi komunitas kerajinan
tangan yang mengadakan ajang apresiasi untuk bermacam-macam produk kerajinan, Bee
Mee Arts & Craft Community. Acara yang bertajuk “Pameran Kerajinan Bandung”
(Perban) ini berlangsung pada 5 April 2014, di Wijde Blik Food & Gallery,
Jl. Dayang Sumbi No. 10 Bandung. Pada kesempatan kali ini komrads, kami bisa
berpartisipasi dalam dua kegiatan sekaligus: bazar dan workshop. Mantap sekali.
Handmade Craft dari Daur Ulang Limbah Elektronik... We Made Handcraft from Electronic Waste... SINCE DECEMBER 2012
Sabtu, 06 Februari 2016
Saturday Sound, Saat Musik dan Bazar Berpadu
Kami mencoba mengingat, siang
menuju sore itu di area Akuarium Universitas Islam Bandung (Unisba) sudah cukup
ramai oleh sekumpulan mahasiswa dan panitia yang tampak berseliweran. Penyebabnya
adalah Saturday Sound akan dimulai. Sebuah acara yang diramu oleh BEM Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Unisba, mengusung perpaduan musik dan bazar untuk mahasiswa
dan umum. Sedikit catatan, acara ini sudah berlangsung pada Februari 2014 yang
lalu, dan masih diadakan secara berkala hingga terakhir kami menonton Desember
2015 kemarin. Makin ramai. Meskipun ini late
post dari kami, harapannya adalah semoga sajian kami kali ini tetap dapat
komrads nikmati. Hehe.
| Antusias pengunjung. Stand Kundi Craft dijambangi para pengunjung acara musik dan bazar Saturday Sound. |
Kala itu, Kundi Craft ditawari
ruang lapak untuk berniaga dan pamer produk. Kami menyambutnya dengan hati
senang. Ketika baru tiba dan persiapan gelar kreasi, beberapa pengunjung mampir
ke stand dan sambil menata, kami
sekilas bercerita tentang kreasi Kundi Craft dari llimbah elektronik. Acara ini
strategis, disuguhkan musik sekaligus bisa cuci mata stand to stand, seperti
dari produk pakaian dan aksesoris, serta mencicipi kulinernya. Terus berlanjut
mulai dari sore sampai malam menjelang. Kami yang berada di stand ini pun makin betah karena bisa
ikut menikmati musiknya.
Terima kasih kami untuk
kawan-kawan BEM FEB Unisba dan Pak Yuhka, Wakil Dekan FEB Unisba yang telah
memberikan kami kesempatan untuk berpartisipasi pada acara Saturday Sound ini.
Musik dan bazar, pas sekali! Sedikit dokumentasi dari kami, selamat menikmati.
Salam.
—Kundi Craft
| Area Stand Kundi Craft. Menyuguhkan berbagai kreasi aksesoris hasil daur ulang limbah elektronik. |
| Musik Saturday Sound. Salah satu penampilan band di panggung Saturday Sound. |
Kundi Craft, Komunitas DKG, dan Iyang String Family
Pada tahun 2014 yang lalu, kami sempat mengadakan workshop kolaborasi dengan beberapa pengusaha produk kerajinan lain di Bandung yang bertema “The Last Guitar on Earth”. Kolaborasi kegiatan ini melibatkan pengusaha yang sudah lebih dulu dan lebih lama berkecimpung dalam dunia kerajinan, dibandingkan dengan Kundi Craft yang bisa dibilang, masih amat muda. Bidang yang mereka geluti sangat spesifik, yaitu pembuatan alat musik handmade. Komrads semua, sebelum bercerita lebih jauh tentang workshop, kami ingin memperkenalkan siapa dua pengusaha getol ini.
| Contrabass unik. Kombinasi bahan dari bambu dan kayu sonokeling buatan Kang Dadan Purnama |
| Pojok Stand Kundi Craft. Pamer kreasi dan bahan limbah elektronik. |
| Sugeng Riyadi dari Kundi Craft. Penjelasan umum tentang membuat punggung gitar (roundback) berbahan fiber resin.
|
Jumat, 11 Desember 2015
Tentang Orgone dan Orgonite
![]() |
| Dr. Wilhelm Reich |
Orgone adalah energi kehidupan yang terdapat di seluruh alam semesta, tentunya termasuk setiap makhluk yang hidup di dalamnya. Dalam istilah ketimuran, energi ini disebut juga chi (China), ki (Jepang), pneuma (Yunani), atau prana (Sanksekerta).
Energi orgone salah satunya dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam upaya memaksimalkan efektivitas energi ini, Dr. Wilhelm Reich (1897-1957), ahli neurologi sekaligus ilmuwan asal Austria, melakukan penelitian di tahun 1930-an hingga 40-an dengan menciptakan alat yang disebut chamber accumulator atau orgone accumulator. Alat ini berbentuk lemari yang terbuat dari 2 komponen yang saling melapisi: logam baja dan kayu.
Energi orgone salah satunya dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam upaya memaksimalkan efektivitas energi ini, Dr. Wilhelm Reich (1897-1957), ahli neurologi sekaligus ilmuwan asal Austria, melakukan penelitian di tahun 1930-an hingga 40-an dengan menciptakan alat yang disebut chamber accumulator atau orgone accumulator. Alat ini berbentuk lemari yang terbuat dari 2 komponen yang saling melapisi: logam baja dan kayu.
![]() |
| "Chamber accumulator" |
Berpuluh tahun kemudian, seorang Karl Hans Welz mengembangkan alat lain yang juga dapat memaksimalkan energi orgone. Inilah yang kemudian ia sebut orgonite. Orgonite hasil pengembangannya terdiri dari 3 komponen: serpihan logam, kristal kuarsa, dan resin. Hal ini berbeda dengan orgonite yang juga dikembangkan oleh Don Croft. Ia juga membuat orgonite dengan ketiga komponen tersebut, hanya saja ia menggunakan lempengan logam, bukan serpihan. Saat ini, di dunia dan di Indonesia, orgonite telah mengalami perkembangan yang pesat. Pemanfaatannya tidak hanya untuk memperbaiki metabolisme tubuh, tetapi juga untuk menangkal radiasi elektromagnetik, mengubah ion awan agar mengundang hujan kala kemarau panjang, menetralisir air, udara, dan tanah yang terpolusi, mempercepat pertumbuhan tanaman, dsb.
Seiring dengan manfaat yang
dimunculkannya, kami mulai memproduksi orgonite sekitar bulan Juni 2015 yang
lalu. Sebelumnya, terima kasih kepada Mas Gatot, senior kami yang telah
memperkenalkan alat antiradiasi ini jauh sebelum kami berproduksi. Teruntuk komrad semua,
semoga menikmati ulasan dan kreasi kami kali ini. Salam.
—Kundi Craft
| Liontin Heksagonal Orgonite yang terdiri dari kristal kuarsa, limbah pin processor komputer, kawat spiral tembaga, dan resin. Frame liontin dan holder kalung dikombinasikan dari stainless steel hard disk komputer dan kuningan. |
| Liontin Segitiga Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, limbah pin processor komputer, kawat spiral tembaga, dan resin. Frame liontin dan holder kalung dikombinasikan dari stainless steel hard disk komputer dan kuningan. |
| Piramida Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, limbah alumunium, limbah pin processor komputer, kawat spiral tembaga, dan resin. |
| Liontin Persegi Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, limbah pin processor komputer, kawat spiral tembaga, dan resin. Holder liontin berbahan stainless steel hard disk komputer. |
| Liontin Segitiga Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, limbah pin processor komputer, kawat spiral tembaga, dan resin. Holder liontin berbahan stainless steel hard disk komputer. |
| Liontin Circle Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, kawat spiral tembaga, limbah serpihan kuningan, dan resin. |
| Tower Buster Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, limbah serpihan alumunium (abu-abu), limbah serpihan besi (hitam), dan resin. |
| Piramida Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, kawat spiral tembaga, limbah serpihan alumunium, kuningan, dan besi, serta resin. |
| Liontin Heksagonal Panjang Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, kawat spiral tembaga, limbah serpihan kuningan, dan resin. |
| Liontin Yin Yang Orgonite, terdiri dari kristal kuarsa, obsidian biru dan merah, limbah serpihan alumunuim dan kuningan, serta resin. Cover liontin berbahan plat tembaga. |
| Liontin Segitiga Orgonite (sebelum finishing), terdiri dari batu obsidian biru, limbah serpihan kuningan, kawat spiral tembaga, dan resin. |
| Liontin Yin Yang for couple (sebelum finishing), terdiri dari batu obsidian merah, laps lazuli (biru), limbah serpihan kuningan, dan resin. |
Rabu, 11 November 2015
Kreasi-kreasi Kundi Craft
Hai
komrad.. Setelah mengendap dari aktivitas online
beberapa waktu yang lalu, terdapat banyak kreasi Kundi Craft yang belum sempat
terpublikasikan. Entah itu kalung, cincin, atau gantungan kunci. Selamat menikmati kreasi Kundi Craft.. dan
tentunya, terima kasih banyak atas pemesanan komrad sekalian. Terima kasih
telah membantu kami dalam proses daur ulang ini dan telah mengapresiasi kreasi
kami. Salam.
| Kalung "The Astroboy". Kombinasi bahan dari plat tembaga dan plat stainless hard disk komputer. |
| Kalung "Bintang David". Kombinasi bahan dari limbah kayu Sonokeling dan plat stainless hard disk komputer. |
| Gantungan Kunci Couple "Ndde & Ikill". Kombinasi bahan dari limbah kayu Sonokeling dan plat stainless hard dik komputer. |
| Gantungan Kunci Couple "Ndde & Ikill" tampak samping-atas. |
| Anting "The Chains". Kombinasi bahan plat stainless hard disk komputer, kuningan, dan kawat tembaga bekas. |
| Anting "The Chains". Kawat tembaga dibentuk dengan pengerjaan manual. |
| Cincin "The Copper Flower". Kombinasi IC limbah komputer dan plat stainless hard disk. |
| Cincin "The Copper Flower" tampak atas. |
| Kalung Couple "Heni & Sandi". Kombinasi bahan plat tembaga, limbah kayu Sonokeling, dan plat stainless hard disk. |
| Kalung Couple "19 D & 19 I". Kombinasi bahan limbah kayu Sonokeling dan plat stainless hard disk. |
| Gantungan Kunci "ESP". Kombinasi bahan plat tembaga, plat stainless hard disk komputer, dan limbah kayu Sonokeling. |
| Gantungan Kunci "ESP" tampak belakang. |
| Kalung "Framing Wood". Kombinasi IC, limbah kayu Sonokeling, dan plat stainless hard disk. |
—Kundi
Craft
Salam Berjumpa
Halo para
komrad sekalian..
Menarik mundur
waktu setahun ke belakang, Kundi Craft seolah tidak tampak aktivitasnya. Jika
itu dimaksudkan pada aktivitas dunia maya, memang benar adanya. Namun,
sesungguhnya kami masih hadir di dunia nyata meski dengan gerak yang lebih
pelan. Di awal tahun 2015 yang lalu, kami sempat menghentikan produksi dalam
rentang waktu beberapa bulan sebab harus mencari tempat produksi yang baru. Terfokus
di sana, akhirnya kami mendapat bantuan dari kawan-kawan kami yaitu Sarca, Bang
Dika, dan Bang Verdy dengan tawarannya untuk menempati rumah kontrakan mereka yang
sebelumnya juga menjadi tempat produksi. Tak berapa lama kami baru bergerak,
kami akhirnya mesti berpindah (lagi) agar dapat terus melakukan produksi. Terima
kasih sebelumnya untuk kawan kami, Bang Yogi, yang atas persetujuannya membuat
kami mendapat ruang produksi kembali. Sekali lagi, teruntuk kawan-kawan semua,
banyak terima kasih.
Terlepas
dari itu semua, kami paham betul sejak tahun lalu kami menyisakan beberapa
pekerjaan yang tertunda. Hingga saat ini, kami terus mencicil pengerjaannya.
Mohon maaf atas segala kekurangan kami dan terima kasih banyak untuk semua
saudara dan kawan-kawan kami, yang tanpa bantuannya, kami, Kundi Craft belum
tentu masih bisa bergerak aktif. Dan terima kasih kami untuk alam semesta serta
Sang Pencipta..
Salam.
—Kundi
Craft
Langganan:
Postingan (Atom)






