Selasa, 11 Maret 2014

I Am The Red Devil

Kreasi Kundi terkadang menghadirkan sensasi mengejutkan bagi yang sengaja atau tidak ketika melihatnya. Meskipun hanya lewat foto. Ini contohnya. Suatu ketika, bernama Aulia Farhan, mendadak me-mention kami, lalu memesan satu kreasi kalung setelah melihat foto kalung Om-nya yang kami upload. Berbalas mention pun berlanjut. Ahiww.

Oke, keinginannya itu tentu kami sambut dengan senang hati. Setelah banyak bercakap-cakap, ber-mention ria, dan akhirnya janji bertemu… Ia minta dibuatkan kalung lambang salah satu klub sepak bola Inggris: Manchester United. Lalu, inilah dia komrad! Kombinasi antara plat stainless limbah elektronik (hard disk) dengan limbah kayu Sonokeling, ukir dan pahat sana-sini, akhirnya kalung ini berwujud juga. Terima kasih pesanannya ya! Hehe. 

Teruntuk komrad semua, selamat menikmati dan… cheers!

Kalung lambang Red Devil berdimensi 4cm x 4cm. Rp 300.000,- SOLD.

—Kundi Craft

Cincin Ohm

Perkenalkan komrad sekalian! “The Ohm Ring”! Salah satu order dalam daftar produksi Kundi yang kemarin sempat tertunda (Kenapa? Cari tahu di posting-an ini ya J). Seperti yang terlihat di foto, sebagian besar komrad barangkali sudah kenal dengan simbol yang satu ini. Yap, Ohm/Om merupakan bacaan doa pada agama Hindu. Secara spesifik, Om adalah aksara suci untuk Sang Hyang Widhi. Cincin Ohm ini berdiameter 2 cm, berbahan plat stainless yang terdapat pada hard disk limbah komputer. Dipola dan dibentuk sedemikian rupa oleh salah satu crafter Kundi: Sugeng Riyanto, sang pendatang baru. Mantap!

Bikin komrad jadi ngiler? Kenapa nggak order aja? Cheers!

Cincin berlambang Ohm. Rp 160.000,- READY STOCK.
Cincin tampak atas.


—Kundi Craft

Rabu, 29 Januari 2014

The IC’s Foot

Mari lihat dengan seksama. Kalung IC ini mempunyai pola motif yang begitu halus dan rapat. Garis-garisnya masih terlihat sangat jelas kan? Melalui beberapa tahap modifikasi, dengan frame yang berlapis logam dan limbah kayu Sonokeling, Master Kundi Craft membuatnya menjadi padat dan asik dilihat. Setuju komrad?

Tentunya, terima kasih untuk Intan, atas pesanan yang kedua ini (intip pesanan sebelumnya di sini). Selamat bersinergi dengan kreasi Master Kundi ya! Cheers.

The IC's Foot: berpadu dengan plat stainless limbah hard disk dan kayu Sonokeling.
Harga Rp 150.000,-. Status: SOLD. 


—Kundi Craft

Sabtu, 25 Januari 2014

Setali Tiga Uang

Master Kundi Craft kembali beraksi!
Sehelai daun yang jatuh ke tanah itu bukanlah kebetulan. Kami percaya peristiwa di dunia ini tak ada yang tak bertujuan. Hanya saja, untuk sebagian hal, tersimpan secara misterius. Karena ini pula, segalanya saling berkaitan. Seperti pertanyaan yang kemudian muncul, “mengapa daun itu jatuh?” bisa jadi karena daun itu sudah tua, layu, gaya gravitasi, atau ia berkorban agar bisa lapuk dalam tanah, dimanfaatkan kembali menjadi pupuk. Pohon-pohon memanjangkan akar mereka, dan terus bertumbuh.

Begitu juga dengan kami, tim Kundi Craft. Memang tak sekejap mata, tetapi kami pun tidak menyangka telah setahun kami berkibar. Berkreasi mengolah limbah elektronik (E-Waste) agar dapat digunakan kembali dalam keseharian kita. Kami jelas patut bersyukur. Kami bertahan, hadir hingga saat ini, salah satunya karena komrad sekalian. Kawan-kawan yang berminat, suka, mendukung, dan menggunakan kreasi Kundi Craft.

Kaitannya begitu tampak. Saat komrad memesan atau membeli kreasi kami, secara tak langsung komrad telah membantu kami mengurangi limbah elektronik yang ada. Setidaknya, yang ada di bengkel kami. Hehe. Sebab, kreasi kami bukanlah apa-apa jika tidak ada komrad yang bersedia memakainya. Digantung di kunci motor kesayangan, dikalungkan di leher, dipajang di rumah, tampak di jari-jari tangan, nyempil di daun telinga, atau apapun itu. Terlebih ada komrad yang cuap-cuap promosi ke teman lainnya tentang kreasi kami. Wah, kami makin terbantu. Hehe.

Master gaya lagi :)
Tapi, beberapa bulan yang lalu, kami sempat menghentikan aktivitas dunia maya. Bukan disengaja lho. Ini disebabkan kepindahan bengkel Kundi Craft. Perlu waktu untuk sinkronisasi kembali segala aktivitas yang biasa dilakukan. Kami merasa pe-de saja kalau-kalau ada komrad yang ternyata sering memantau kegiatan kami di media sosial dan kemudian bertanya-tanya. Ya, sudah terjawab ya, J. Dari Bandung, kami berpindah ke area Kabupaten Bandung Barat. Alamat lengkap silakan lihat di profil Kundi Craft.

Dampak kepindahan bengkel membuat banyak order menjadi sangat tertunda pengerjaannya. Tapi, permintaan maaf sudah kami sampaikan sebelumnya via Facebook dan Twitter. Tentunya terima kasih untuk pengertian komrad semua. Saat ini, kami tengah mengerjakan kembali order dan membuka kesempatan untuk order lagi. Hahay. Tak perlu sungkan, apalagi merasa ragu untuk meng-order. Hubungi kami ya :D Hehe..

Master... nah lhoo gaya terus :)

Kini Tim Produksi bertambah \(^.^)/ Mas Sugeng Riyanto, selamat datang!

Salam semangat!

—Kundi Craft



Kamis, 14 November 2013

Silang-silang Garis Oranye

Cobalah perhatikan. Lebih dekat lagi. Perhatian komrad sekalian, kreasi ini bukan terdiri dari dua barang. Hanya satu saja. Bagaimana bisa? Kami menyebutnya disain dua muka. Kalung yang dinamai “The Orange Line” ini dibuat dengan disain berbeda pada tiap sisinya. Bertemakan pertemuan garis-garis, kami memadukan bagian limbah hard disk komputer dengan benang rajut katun berwarna orange. Dipesan melalui media jejaring sosial kami di Facebook, kalung ini telah mendarat dengan selamat di Jakarta. Cihuuuy. Pokoknya, cheers!

"The Orange Line". Status: SOLD. Rp 50.000,-

Disain sisi pertama tampak dari dekat.

Kalung dengan dua sisi disain yang berbeda.

Disain sisi kedua tampak dari dekat.

—Kundi Craft—

My Dear Sunshine

Acara SonoSore yang kami ikut sertai beberapa waktu yang lalu, membuat kami dihampiri order lagi. Hahay J. Seorang ibu muda, bernama Teh Sinta, berputri sekitar umur 2 tahun, kemudian mengontak saya. Ia mengaku tertarik dengan salah satu kreasi yang sudah sold out sehingga beride agar Kundi Craft membuatkannya kalung couple ibu dan anak. Kami tentu menyambutnya.

Menggunakan bagian dalam dari limbah hard disk komputer, berkombinasi dengan benang rajut katun berwarna merah muda dan kuning, kalung “Dear Daughter” akhirnya berwujud. Tak lama setelahnya, Teh Sinta menunjukkan foto ketika mengenakan kalung ini bersama putri manisnya. Salam kompakan yaw! Big cheers.


Kalung ibu dan anak "Dear Daughter". Status: SOLD. Rp 60.000,-

Tampak lebih dekat, kalung couple bermotif segitia.


—Kundi Craft—

Karantina Mojang Jajaka Bandung 2013

Ada 12 pasang lelaki dan perempuan di ruangan itu. Ganteng dan cantik. Berbaju hitam-hitam. Beberapanya kaus berkerah, beberapanya lagi berkemeja. Sisanya mengenakan sweater, cardigan, dan jaket. Mereka adalah para peserta kompetisi pemilihan Mojang Jajaka Bandung yang tengah dikarantina. Selain dari mereka, dua, tiga orang panitia duduk di barisan belakang.

Bertempat di Jl. Hegarasih No. 1, Bandung, pada akhir Agustus 2013 lalu, proses karantina ini turut diramaikan oleh cuap-cuap Master Kundi Craft. Cerita mengenai sampah, limbah, dan Kundi Craft pun berurai.  Awalan persentasi ini dimulai dengan mengapa kami memilih limbah elektronik? Sedikit data-data tentang limbah ini coba dipaparkan oleh Master Kundi Craft. Kemudian berlanjut pada contoh sebuah desa bernama Guiyu di Cina yang menjadi salah satu pusat pengolahan e-waste dan spesifikasi aktivitas Kundi Craft dengan kreasinya.

Sebelum waktu berakhir ruang tanya jawab pun dibuka. Sebagian besar tangan peserta mengacung. Beberapa pertanyaan muncul. Diantaranya soal regulasi pengolahan limbah elektronik khususnya di Bandung, motivasi kami beraktivitas, dan amankah produk Kundi Craft untuk digunakan? Menarik. Pertanyaan terakhir ini coba dijelaskan dengan detail. Kami tentu sewaspada mungkin dalam menyajikan produk Kundi Craft kepada pelanggan, terkait dengan sensitifnya racun yang terdapat pada limbah elektronik.

Saat ini yang kami lakukan dengan limbah beracun yang terdapat pada limbah elektronik—yang sudah tidak dapat diurai lagi—kami masukkan ke dalam sebuah pot gerabah yang berisi pasir. Kami menduga gerabah tanah liat dapat menetralisir racun. Contoh kecilnya, barangkali komrads pernah memasukkan air mentah ke dalam gerabah yang kemudian aman untuk diminum. Hipotesisnya adalah pori-pori tanah liat secara aktif bereaksi terhadap cairan yang ada di dalam gerabah.

Usai diskusi ini, ternyata salah seorang peserta, Mita, merangkum beberapa poin yang telah dipaparkan. Lewat jejaring sosial Twitter, ia me-mention akun kami. Dibagi di sini juga ya:

“Kesempatan yang hadir di depan kita. Kita garap dan persembahkan bagi orang-orang di sekitar kita.” (kami balas: dedikasi & opportunity).

“Sampah elektronik yang menumpuk akan menjadi limbah dan apabila dibiarkan akan menjadi racun.” (kami balas: bahayos ya).

“Solusi pengurangan sampah salah satunya dengan cara daur ulang.” (kami balas: official recycling industry).

“Pahlawan pengurang sampah adalah masyarakat yang membeli barang daur ulang.” (kami balas: berkesadaran).

Let’s cheers and thanks so much! J


Peserta Mojang Jajaka Bandung 2013

Pembukaan persentasi dari Master Kundi Craft. 

Muka-muka serius nyimak euy :)

Master Kundi Craft lagi persentasi.
Sesi diskusi yang hidup.

—Kundi Craft—